Kamis, 30 Januari 2020

Akhir Senja

“Di akhir senja kuucap “selamat menikmati jingga kelabu senja kali ini. ketika tak ada jingga, buatlah seberkas cahayanya oleh senyummu.”
“Jauh adalah ketika kita duduk bersebelahan di bangku taman menatap senja, tapi hati kita di bangku yang berbeda.”
“Jika aku tak bisa menjadi bintang terang di hatimu, biarkan aku menjadi bintang paling terang yg akan selalu kau tatap ketika senja tiba..”
“Ternyata, bukan hanya senja yg dapat padam. Yaitu amarah, ketika pelukmu merengkuh semua peluh. Aku terasa seperti bayi kecil di dadamu.”
“Senja selalu apa adanya, luka, kehilangan, adalah sajak-sajak yang tercipta di bawahnya, di ufuk mata; ketika genggaman mereda.”
“Aku sudah melihat jutaan senja, tapi tidak satupun dari mereka yang lebih indah daripada ketika kau memelukku sebagai sore yang sederhana.”
“Ketika senja mulai tenggelam, ku mulai menyadari kamu yang paling berarti, dan ketika sinar matahari menyapa ku sadari kamu hanya mimpi.”
“Ketika senja mulai tenggelam, ketika durjana malam datang, kau tersenyum indah diantara ribuan bintang, takkan kulukai senyumu sayang.”
“Saat jingga bersetubuh dengan gelap, sepasang mata sibuk kemasi air matanya; seakan takut, senja mencuri rindu miliknya.”
“Kebersamaan kita, sama seperti dua cangkir teh di saat senja; hangat dan manis.”
“Senja masih tak berparas bagiku, saat luka bergoresan di ulu. Laraku mengalir di hilir tak berhulu”
“saat hujan reda, senja berpura-pura bahagia. jingga seolah menampakkan bahagia, nyatanya rindu berkalang duka.”
“Ketika waktu terasa membeku, kebisingan hilang, yang terdengar hanya degupan jantung kita berdua. Senja kala itu, saat bersebelahan denganmu.”
“Ketika matahari mulai redup, sang awan pun dengan seksama jadi penguasa langit, terimakasih untuk hujan sore ini”
“Aku mencintaimu , katamu selirih angin sore . Namun aku takut ketika aku membuka mata dan kamu tak lagi ada .”
“Aku sudah melihat jutaan senja, tapi tidak satupun dari mereka yang lebih indah daripada ketika kau memelukku sebagai sore yang sederhana.”
“Ketika Sang Surya asakan lelah, sibakkan bayangan senja sembari menyumpahi gerimis. Ia bisikkan; senyummu bahagiaku.”
“Cinta yg paling indah adlh ketika sepasang kekasih itu bisa saling jujur, menjaga, setia, dan saling mencintai dgn tulus. Selamat Sore”
“Senyumku menatap senja ini, reriuh daun-daun mengiringi. Tidakkah kau melihat saat-saat yang begitu indah.”
“Selamat datang malamku, selamat jalan rinduku, hanya itu yang selalu ku ucap, saat senja berlalu darI langiku.”
“Rindu menyeruak saat senja menanti malam. Geloranya tak padam, meski diam-diam kupendam.”
“Semestaku sekarat saat punggungmu menjauh sirna. dan di ufuk barat, tak pernah kulihat senja lebih bermuram durja.”
“Saat mata senja berlinang jingga, engkau hanya terlalu bahagia mengenang luka, seperti pergi yang lupa jalan pulangnya.”




Tidak ada komentar:

Posting Komentar