“Di akhir senja kuucap “selamat
menikmati jingga kelabu senja kali ini. ketika tak ada jingga, buatlah seberkas
cahayanya oleh senyummu.”
“Jauh adalah ketika kita duduk
bersebelahan di bangku taman menatap senja, tapi hati kita di bangku yang
berbeda.”
“Jika aku tak bisa menjadi bintang
terang di hatimu, biarkan aku menjadi bintang paling terang yg akan selalu kau
tatap ketika senja tiba..”
“Ternyata, bukan hanya senja yg
dapat padam. Yaitu amarah, ketika pelukmu merengkuh semua peluh. Aku terasa
seperti bayi kecil di dadamu.”
“Senja selalu apa adanya, luka,
kehilangan, adalah sajak-sajak yang tercipta di bawahnya, di ufuk mata; ketika
genggaman mereda.”
“Aku sudah melihat jutaan senja,
tapi tidak satupun dari mereka yang lebih indah daripada ketika kau memelukku
sebagai sore yang sederhana.”
“Ketika senja mulai tenggelam, ku
mulai menyadari kamu yang paling berarti, dan ketika sinar matahari menyapa ku
sadari kamu hanya mimpi.”
“Ketika senja mulai tenggelam,
ketika durjana malam datang, kau tersenyum indah diantara ribuan bintang,
takkan kulukai senyumu sayang.”
“Saat jingga bersetubuh dengan
gelap, sepasang mata sibuk kemasi air matanya; seakan takut, senja mencuri
rindu miliknya.”
“Kebersamaan kita, sama seperti
dua cangkir teh di saat senja; hangat dan manis.”
“Senja masih tak berparas bagiku,
saat luka bergoresan di ulu. Laraku mengalir di hilir tak berhulu”
“saat hujan reda, senja
berpura-pura bahagia. jingga seolah menampakkan bahagia, nyatanya rindu
berkalang duka.”
“Ketika waktu terasa membeku, kebisingan
hilang, yang terdengar hanya degupan jantung kita berdua. Senja kala itu, saat
bersebelahan denganmu.”
“Ketika matahari mulai redup, sang
awan pun dengan seksama jadi penguasa langit, terimakasih untuk hujan sore ini”
“Aku mencintaimu , katamu selirih
angin sore . Namun aku takut ketika aku membuka mata dan kamu tak lagi ada .”
“Aku sudah melihat jutaan senja,
tapi tidak satupun dari mereka yang lebih indah daripada ketika kau memelukku
sebagai sore yang sederhana.”
“Ketika Sang Surya asakan lelah, sibakkan
bayangan senja sembari menyumpahi gerimis. Ia bisikkan; senyummu bahagiaku.”
“Cinta yg paling indah adlh ketika
sepasang kekasih itu bisa saling jujur, menjaga, setia, dan saling mencintai
dgn tulus. Selamat Sore”
“Senyumku menatap senja ini, reriuh
daun-daun mengiringi. Tidakkah kau melihat saat-saat yang begitu indah.”
“Selamat datang malamku, selamat
jalan rinduku, hanya itu yang selalu ku ucap, saat senja berlalu darI langiku.”
“Rindu menyeruak saat senja
menanti malam. Geloranya tak padam, meski diam-diam kupendam.”
“Semestaku sekarat saat punggungmu
menjauh sirna. dan di ufuk barat, tak pernah kulihat senja lebih bermuram
durja.”
“Saat mata senja berlinang jingga,
engkau hanya terlalu bahagia mengenang luka, seperti pergi yang lupa jalan
pulangnya.”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar